Take a fresh look at your lifestyle.

Otmilti I Medan Gelar Pelatihan Reiki Pemnerdayaan Diri dan Peningkatan Kemampuan Adikodrati Bagi Warga Medan

0 4

MEDAN (HARIANSTAR.COM) – Otmilti I Medan mengadakan Pelatihan Seni Pemberdayaan Diri dan Peningkatan Kemampuan Adikodrati Angkatan Pertama untuk masayarakat Kota Medan.

Pelatihan diadakan di Aula Otmilti I Medan jalan Diponegoro Nomor 24 Medan, jumlah peserta sebanyak 25 orang terdiri dari berbagai kalangan masyarakat diantaranya PNS, pegawai Swasta, Pengacara, anggota TNI dan keluarganya termasuk dari kantor Otmilti I dan Otmilti I-02 Medan.

Instruktur dalam Pelatihan Seni Pemberdayaan Diri dan Peningkatan Kemampuan Adikodrati adalah Laksamana Pertama TNI Effendy Maruapey, SH MH, jabatan sehari hari sebagai Kaotmilti I Medan.

Beliau merupakan Grand Master Reiki dan Kundalini Reiki sekaligus founder Perguruan Sabda Sejati yang berpusat di Jakarta.

Adapun materi yang diajarkan dalam pelatihan seni pemberdayaan diri adalah keilmuan varian Reiki dan Kundalini Reiki yang berasal dari Jepang dan Tibet.

Bahwa manusia sebagai makhluk Tuhan diciptakan sangat sempurna sehingga mampu berpikir, mengkaji dan menganalisa bahwa sesungguhnya di dalam penciptaan langit dan bumi terdapat tanda tanda bagi orang yang selalu bersyukur dan terus mengkaji bahwa segala sesuatu yang diciptakan Allah tidaklah sia sia.

Tetapi semuanya dapat dimanfaatkan bagi kepentingan manusia termasuk adanya energi kehidupan (Life Force) yang mengalir di alam semesta dan dapat digunakan oleh manusia untuk penyembuhan berbagai macam penyakit yang didertitanya.

Istilah Reiki berasal dari bahasa Jepang, REI bermakna alam semesta, KI berarti energi. Ki dalam bahasa Cina disebut dengan nama Chi.

Reiki juga disering disebut sebagai Universal Life Force Energy. Reiki juga diartikan sebagai energi Ilahi, karena memiliki kecerdasan atau kesadaran Illahiyah (God Consciousness).

Reiki pertama kali ditemukan oleh seorang sinshe dari Jepang yang bernama Mikao Usui yang hidup tahun 1865 -1926.

Dalam kesempatan pelatihan tersebut, GM Effendy Maruapey menyampaikan pentingnya kemampuan untuk mengoptimalkan energi anugrah Ilahi yang berada di dalam tubuh manusia dan energi yang berada dialam semesta yang bertujuan untuk pengendalian diri, meningkatkan kesehatan tubuh diri sendiri serta dapat bermanfaat bagi sesama, karena sebaik baiknya manusia adalah mereka yang bermanfaat bagi orang lain.

Kegiatan pelatihan yang meskipun dilaksanakan hanya sehari dengan waktu kurang lebih 7 jam, diharapkan para peserta dapat memiliki kemampuan standard Master sehingga dapat melalukan penyembuhan diri sendiri dan orang lain baik jarak dekat maupun jarak jauh untuk berbagai penyakit tertentu, termasuk penyaluran energi kepada hewan dan tumbuhan/tanaman serta perlindungan diri dengan menggunakan medan energi.

Selain itu, para peserta diharapkan memiliki tingkat pengendalian diri yang tinggi, mampu mengendalikan emosinya, serta memiliki daya tahan yang prima untuk bekerja sampai larut malam termasuk bekerja di dalam tekanan.

Setelah pelatihan, para peserta dapat mengamalkan 5 prinsip Gokai dari Reiki yaitu akan slalu bersikap berterima kasih, tidak akan merasa gundah, tidak akan marah, bekerja dengan jujur, dan menunjukkan rasa cinta dan hormat kepada setiap makhluk hidup

. Diharapkan hal ini dapat meningkatkan kualitas pribadi kearah yang lebih baik, dan meningkatkan etos kerja bagi para pekerja yang sudah bekerja.(rel-jae)

Tinggalkan komen

Alamat email anda tidak akan disiarkan.