Take a fresh look at your lifestyle.

Harga Daging Ayam Mahal, Kalau Naik Lagi Pedagang Dan Peternak Bisa Buntung

0 2

MEDAN (HARIANSTAR.COM) – Harga daging ayam saat ini di kota Medan menyentuh 38 ribu per Kg. Bahkan di kota lainnya seperti di Sibolga, harga daging ayam menyentuh 44 ribu per Kg nya.

Kenaikan harga daging ayam yang banyak dipengaruhi oleh kenaikan harga pakan, tentunya menyisahkan pertanyaan apakah harga daging ayam akan kembali naik harganya?. Mengingat harga jagung sejauh ini masih bertahan mahal di kisaran 7 ribuan per Kg,Jelas Gunawan Benjamin Pengamat Ekonomi Sumut kepada HarianStar.com di Medan, Senin (26/2/2024)siang.

Gunawan menilai harga daging ayam seharusnya sudah berhenti kenaikannya di level saat ini. Memang belakangan ini harga input produksi naik cukup tajam, yang mendorong kenaikan pada harga pokok produksi. Tetapi disisi lainnya, kenaikan harga daging ayam seperti sekarang telah menekan omset penjualan pedagang, yang pada akhirnya akan menekan sisi produksinya,katanya.

Jadi,lanjutnya sudah bisa dipastikan bahwa peternak akan melakukan penyesuaian dari sisi produksi. Untuk mengurangi biaya operasional yang diakibatkan oleh kenaikan biaya pemeliharaan, serta menghindarkan peternak dari produksi yang melimpah yang justru bisa memicu kerugian. Saya yakin, pelaku pasar ayam tengah mencari titik keseimbangan antara harga dan produksi,ucapnya.

Gunawan menyebutkan, sejak kenaikan harga daging ayam dari 25 – 28 menjadi 35 – 38 ribu per Kg, pedagang mengalami penurunan omset sekitar 30%.

“Ada subtitusi dimana konsumen ayam beralih membeli ikan segar. Karena harganya relatif lebih murah dibandingkan dengan harga daging ayam. Sehingga produksi juga akan disesuaikan di level tertentu untuk menghindari kerugian”,ungkapnya.

Dan dari hasil observasi, penjualan daging ayam pada awal perayaan tahun baru (31 Desember 2023 hingga 02 Januari 2024) sejauh ini masih menjadi titik puncak penjualan tertinggi yang belum mampu diimbangi di penjualan selanjutnya. Bahkan Pemilu pada 14 februari kemarin juga belum mampu menjadi pendorong peningkatan penjualan daging ayam.

Jika tanpa ada penurunan harga pakan ternak (jagung), maka harga daging ayam diproyeksikan akan bertahan di level saat ini hingga menjelang Ramadahan nantinya.

“Demand atau permintaan menjelang ramadhan memang bisa mendorong kenaikan harga daging ayam meskipun sesaat. Namun saya masih pesimis konsumsinya akan mampu melampaui konsumsi saat perayaan tahun baru”,pungkas Gunawan.(jae)

Tinggalkan komen

Alamat email anda tidak akan disiarkan.