Categories: EKONOMI

Harga Telur Ayam Naik Meskipun Tidak Serentak, Diproyeksikan Akan Turun Karena Ini

MEDAN (.COM) – Harga telur ayam mengalami kenaikan sekitar 100 rupiah per butir berdasarkan hasil pemantauan di sejumlah pasar tradisional di wilayah Deli Serdang di pekan ini.

Sementara itu, sejumlah temuan lainnya justru menunjukan kenaikan yang lebih tinggi sekitar 300 rupiah per butir selama periode 2 pekan terakhir. Kenaikan harga telur ayam saat ini tidak terlepas dari kenaikan harga jagung yang terjadi sebelumnya,ucap Gunawan Benjamin,Pengamat Ekonomi Sumut kepada HarianStar di Medan,Rabu (28/2/2024)pagi.

Ditambahkannya, meksipun kenaikan harga telur ayam belakangan ini belum terjadi dengan serentak, terlebih di pedagang pengecer. Namun saya memperkirakan penurunan harga telur ayam diproyeksikan akan terjadi dalam waktu dekat.

“Salah satu pemicunya adalah penurunan harga pakan seperti jagung. Dimana Bulog mendistribusikan jagung bersubsidi seharga 5.000 per kg untuk peternak ayam petelur,” katanya.

Hingga dampak dari kebijakan tersebut bukan hanya dirasakan oleh peternak yang mendapatkan subsidi pakan jagung tersebut.

“Tetapi telah meredam kenaikan harga jagung secara keseluruhan. Dari pantauan panel harga jagung maupun survey di lapangan, jagung saat ini ditransaksikan dikisaran 6.100 – 6.300 per Kg. Setelah sempat naik hingga mencapai 7.000 per Kg nya”, jelas Gunawan.

Dan disisi lainnya,lanjut Gunawan Bulog juga masih bertahap dalam mendistribusikan jagung bersubsidi. Yang artinya masih ada distribusi pakan jagung selanjutnya. Sehingga penurunan harga jagung tersebut nantinya diharapkan bisa menekan harga produk turunan dari ayam seperti daging ayam, telur ayam hingga produk unggas lainnya,tambahnya.

Akan tetapi, masalah belum berhenti sampai disini. Musim panen jagung sudah terlewati, namun faktanya tanpa ada distribusi jagung bulog harga bisa saja bertahan di angka 7.000-an per Kg.

Bisa disimpulkan faktor cuaca menjadi salah satu pemicu memburuknya produksi jagung belakangan ini. Dan pemerintah harus menghitung berapa ekspektasi produksi jagung di masa yang akan dating.

Dengan harapan ada kebijakan pre-emptive untuk meredam kemungkinan terjadinya gagal panen jagung di masa yang akan datang,pungkas Gunawan.(jae)

Zulham

Recent Posts

Pendapatan Tumbuh Signifikan, RSU Haji Medan Targetkan Rp 203 Miliar pada 2026

MEDAN (METROJURNAL.COM) - Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Medan mencatat pertumbuhan pendapatan yang signifikan dalam…

3 hari ago

JMSI Sumut Lantik Pengurus JMSI Sergai–Tebing Tinggi Periode 2025–2030

SERGAI (METROJURNAL.COM) - Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sumatera Utara secara resmi melantik Pengurus JMSI…

3 hari ago

USU dan Kemendukbangga/BKKBN Perkuat Sinergi Akademik melalui ICoPoF 2026

MEDAN (METROJURNAL.COM) -Universitas Sumatera Utara (USU) bekerja sama dengan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN…

3 hari ago

Wajah Terduga Maling Motor Wanita Pengemudi Ojol Terekam CCTV

MEDAN (METROJURNAL.COM) - Pelaku pencurian sepeda motor wanita pengemudi ojek online (ojol), RA yang mengalami…

2 minggu ago

Wanita Driver Ojol Disabilitas Ditabrak Angkot, Motornya Dicuri

MEDAN (METROJURNAL.COM) - Nahas dialami seorang wanita penyandang disabilitas. Pengemudi ojek online (ojol) di Medan…

2 minggu ago

TOP BUMD Awards 2026: RSU Haji Medan Raih Golden Trophy dan BLUD Bintang 5

MEDAN (METROJURNAL.COM) - UPTD Khusus RSU Haji Medan Provinsi Sumatera Utara kembali menorehkan prestasi dengan…

2 minggu ago