Categories: EKONOMI

Pemotongan Bunga Acuan Masih Belum Pasti, Pasar Keuangan Kembali Dibayangi Tekanan

MEDAN  – Dalam Federal Open Market Committee (FOMC) minutes pada hari ini, Bank Sentral AS belum memberikan gambaran kapan bunga acuan akan dipangkas nantinya.

Masih ada ketidakpastian yang cukup besar, yang membuat sentimen pasar justru menjadi beban bagi kinerja pasar keuangan di hari ini. Pelaku pasar kembali dihadapkan oleh ketidakpastian, yang memicu koreksi pada kinerja pasar saham di AS dan di bursa Asia pada perdagangan dini hari.

“Kinerja pasar keuangan kian berat, menjelang rilis data non farm payrolls serta tingkat pengangguran AS. Dimana data tersebut keduanya sejauh ini diproyeksikan memburuk. Ini akan membuat pelaku pasar kian pesimis akan prosfek penurunan bunga acuan global. Data penting yang tersaji jika sesuai dengan eskpektasi atau lebih buruk dari ekspektasi, akan membuat pasar keuangan berada di zona merah,” jelas Gunawan Benjamin,Pengamat Ekonomi Sumut,Kamis (4/1/2024) Pagi.

Ditambahkan Gunawan,IHSG pada sesi pembukaan perdagangan pagi ini dibuka memang di buka menguat di kisaran level 7.289.

Kinerja IHSG diproyeksikan akan bergerak dalam rentang 7.230 hingga 7.300 pada hari ini. Dengan tetap menyisakan kekuatiran untuk terkoreksi. Sementara itu, mata uang rupiah juga berpeluang melemah terhadap US Dolar. Sejauh ini, imbal hasil US Treasury 10 Tahun memang terpantau masih mampu bertahan dikisaran 3.19%,katanya.

Namun, lanjutnya langkah Bank Sentral AS yang masih belum bisa dipastikan kapan akan menurunkan bunga acuan. Menjadi kabar yang bagus bagi US Dolar, dan menjadi kabar buruk buat mata uang lainnya termasuk rupiah.

Dan mata uang Rupiah pada perdagangan pagi ini ditransaksikan melemah dikisaran level 15.535 per US Dolar,ujarnya.

Selain itu,katanya harga emas juga terpantau mengalami pelemahan pada perdagangan pagi ini. Hargae mas mendapatkan sentimen negatif dari ketidakpastian penurunan bunga acuan.

Harga emas terpuruk dikisaran $2.042 per ons troy. Dan membuka peluang terjadinya koreksi yang lebih dalam serta berpotensi menguji level psikologis $2.000 dalam jangka pendek,pungkas Gunawan (jae)

Recent Posts

BPJS Kesehatan dan USU Gelar Fun Run, Dorong Peserta Prolanis Terapkan Hidup Sehat

MEDAN (METROJURNAL.COM) - BPJS Kesehatan bersama Universitas Sumatera Utara menggelar kegiatan Fun Run BPJS Kesehatan–USU…

3 hari ago

Partisipasi Masyarakat Penting dalam Penyelenggaraan Pelayanan Publik

MEDAN (METROJURNAL.COM) - Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Dr. Pirngadi Medan, Mardohar Tambunan menegaskan, partisipasi…

2 minggu ago

Dinkes Medan Kolaborasi dengan BPJS Kesehatan Tanggulangi TB

MEDAN (METROJURNAL.COM) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Medan melakukan pertemuan dengan BPJS Kesehatan dalam mendukung penanganan…

3 minggu ago

RSU Haji Medan Targetkan 900 Tenaga Medis dan Kesehatan Diberikan Vaksin Campak

MEDAN (METROJURNAL.COM) - Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Medan turut menindaklanjuti arahan Kementerian Kesehatan (Kemenkes),…

4 minggu ago

BKKBN Sumut dan Pemkab Langkat Satukan Langkah Tingkatkan Kesehatan Ibu dan Anak

LANGKAT (METROJURNAL.COM) - Komitmen memperkuat kesehatan ibu dan anak terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor…

1 bulan ago

RS Pirngadi Jelaskan Penanganan Satpam Korban Penembakan

MEDAN (METROJURNAL.COM) - Direktur Utama RSUD Dr Pirngadi Medan, Mardohar Tambunan, memberikan penjelasan terkait penanganan…

1 bulan ago