Categories: EKONOMI

Pengamat Ekonomi : 2023 Inflasi Sumut Terkendali, Tetapi Beras Mahal Kuras Daya Beli

MEDAN – Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut telah merilis laju tekanan inflasi di Sumut, dimana pada bulan Desember terjadi kenaikan inflasi sebesar 0.57% secara month to month.

Angka tersebut jauh lebih tinggi dari realisasi inflasi nasional di angka 2.6%, dan lebih tinggi dari proyeksi saya sebelumnya di angka 3.6%. Sementara itu, inflasi secara tahunan atau year on year Sumut sebesar 2.25%, sedikit lebih tinggi dari ekspektasi saya sebesar 2.1%.

Hal tersebut dikatakan Gunawan Benjamin,Pengamat Ekonomi Sumut di Medan,Selasa (2/1/2024) sore.

Lebih lanjut Gunawan menjelaskan, pada dasarnya secara keseluruhan, laju tekanan inflasi di Sumut memang cukup terkendali. Namun laju tekanan ifnlasi yang sangat bersahabat tersebut, justru tidak lantas membuat daya beli masyarakat mampu terjaga dengan baik. Kenaikan harga beras sekitar 2.000 hingga 2.500 per Kg dalam kurun waktu setahun terakhir telah menggerus daya beli masayarakat Sumut.

Ditambah kenaikan harga rokok (mencapai 4000 per bungkus), gula pasir serta kebutuhan rumah tangga hingga perawatan pribadi lainnya seperti sabun maupun shampo.

“Kenaikan kebutuhan sehari hari pada komoditas tersebut sangat membebani pengeluaran masyarakat khususnya masyarakat kelas menengah ke bawah. Ada tambahan pengeluaran 60 hingga 80 ribu per masing keluarga setiap bulannya,” ujarnya.

Perhitungan tersebut, lanjut Gunawan masih diluar pengeluaran untuk rokok. Yang jika dikalkulasikan maka akan ada pengeluaran tambahan yang mendekati 200 ribu per rumah tangga.

“Besaran angka tersebut cukup signifikan bagi rumah tangga terlebih bagi masyarakat miskin. Hasil observasi lapangan menunjukan bahwa ada penurunan belanja masyarakat untuk kebutuhan sandang selama tahun 2023 ini,”imbuh Gunawan.

Pedagang pakaian baru mengeluhkan penurunan omset sekitar 30% lebih rendah di tahun 2023 dibandingkan tahun 2022 sebelumnya.

Penurunan belanja tersebut dipicu oleh tambahan pengeluaran kebutuhan pokok. Yang membuat skala prioritas pengeluaran lebih digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar dibandingkan kebutuhan tersier,tutup Gunawan.(red)

Zulham

Recent Posts

Penyuluh Kristen KUA Medan Sunggal Berikan Penguatan Iman kepada Pasien RS Dr. Pirngadi

MEDAN (METROJURNAL.COM) - Penyuluh Agama Kristen Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Sunggal, Sindar Purba,…

2 hari ago

Tingkatkan Kewaspadaan Dampak Kabut Asap, RSU Haji Bagikan Masker Kepada Masyarakat

MEDAN (METROJURNAL.COM) - Menyikapi kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Sumatera Utara, UPTD Khusus…

2 minggu ago

Belum Ada Pasien Influenza A di RS Haji Medan

MEDAN (METROJURNAL.COM) - Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Medan memastikan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi penyebaran…

4 minggu ago

RS Pirngadi Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Influenza A

MEDAN (METROJURNAL.COM) - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Pirngadi Medan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan…

4 minggu ago

BKKBN Sumut Gelar Reviu Program Bangga Kencana

MEDAN (METROJURNAL.COM) - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumatera Utara menggelar reviu…

2 bulan ago

Jelang 1 Abad, RSUD Dr Pirngadi Lakukan Pembenahan Total

MEDAN (METROJURNAL.COM) -Menjelang usia satu abad pada tahun 2028, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr.…

3 bulan ago