Categories: HEADLINEPENDIDIKAN

Wamenag dan Menteri Hukum, Bahas Pemekaran Ditjen Pendidikan Islam

JAKARTA – Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi’i membahas rencana transformasi pendidikan agama dan keagamaan dan pemekaran Direktorat Jenderal Pendidikan Islam dengan Menteri Hukum Supratman Andi Agtas di Kantor Kementerian Hukum, Jakarta Selatan.

Wamenag mengungkapkan bahwa saat ini Naskah Akademik (NA) terkait transformasi pendidikan ini sedang disusun.

“Jadi ini Naskah Akademik sedang disusun. Dan kami sedang mendalami tahapannya seperti apa agar hukumnya lebih mumpuni,” ungkap Romo Muhammad Syafi’i, Rabu (22/2/2025) dilansir dari laman Kemenag RI.

Romo menyoroti ketimpangan struktur organisasi dan birokrasi yang menaungi pendidikan tinggi umum dan pendidikan tinggi keagamaan di Indonesia. Menurutnya, perbedaan alokasi anggaran antara perguruan tinggi umum dan perguruan tinggi keagamaan (PTK) sangat mencolok.

Itu bukan rahasia lagi, anggaran untuk UI (Universitas Indonesia), itu sama dengan anggaran untuk 12 UIN (Universitas Islam Negeri). Karena UI di bawah menteri. sementara PTK Kemenag di bawah Direktur, yaitu Direktur Pendidikan Tinggi. Wamenag berharap strukturnya bisa ditingkatkan menjadi setingkat Direktorat Jenderal.

Wamenag mengungkapkan rencana untuk menata ulang struktur pendidikan Islam di Indonesia. Ia menjelaskan bahwa Direktorat Jenderal Pendidikan Islam akan dimekarkan menjadi beberapa Direktorat Jenderal baru.

“Jadi Ditjen Pendidikan Islam itu mau dimekarkan jadi Ditjen Pendidikan Tinggi Keagamaan, Ditjen Pondok Pesantren, Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Keagamaan, Ditjen PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini). Lalu akan didirikan juga Fakultas Industri Halal, menambah satu direktorat vokasi, dan mengubah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Keterampilan menjadi MAN Kejuruan,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa kini Kementerian Agama berproses sebagai kementerian dengan dua portfolio utama, yakni pendidikan agama dan layanan keagamaan. “Jadi saya ingin mendefinisikan Kementerian Agama itu dalam dua portfolio. pendidikan agama dan pelayanan agama,” ujar sosok yang akrab disapa Romo ini.

Menteri Hukum mendukung langkah Wakil Menteri Agama. Ia menekankan pentingnya proses administrasi di Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara (KemenPAN).

“Itu penting. Saya setuju. Kementerian Hukum support. Penting juga proses di Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), karena struktur organisasi pemerintahan semua digodok di sana,” ujar Menteri Hukum.

Menanggapi hal tersebut, Wamenag Romo Syafi’i berencana untuk segera melakukan pertemuan dengan pihak-pihak terkait “Segera kami menyusun jadwal ke Kementerian PAN-RB,” pungkas Wamenag. (YS)

 

Zulham

Share
Published by
Zulham

Recent Posts

RSU Haji Medan Targetkan 900 Tenaga Medis dan Kesehatan Diberikan Vaksin Campak

MEDAN (METROJURNAL.COM) - Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Medan turut menindaklanjuti arahan Kementerian Kesehatan (Kemenkes),…

1 minggu ago

BKKBN Sumut dan Pemkab Langkat Satukan Langkah Tingkatkan Kesehatan Ibu dan Anak

LANGKAT (METROJURNAL.COM) - Komitmen memperkuat kesehatan ibu dan anak terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor…

3 minggu ago

RS Pirngadi Jelaskan Penanganan Satpam Korban Penembakan

MEDAN (METROJURNAL.COM) - Direktur Utama RSUD Dr Pirngadi Medan, Mardohar Tambunan, memberikan penjelasan terkait penanganan…

3 minggu ago

RS Pirngadi Bantah Tolak Lakukan Visum, Sebut Pasien Sudah Diedukasi

MEDAN (METROJURNAL.COM) - Beredar video dugaan penolakan visum terhadap seorang pasien di RSUD Dr Pirngadi…

3 minggu ago

dr Galdy Wafie Pimpin IDI Medan Periode 2026-2029

MEDAN (METROJURNAL.COM) - Musyawarah Cabang (Muscab) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Medan menetapkan dr. Galdy…

4 minggu ago

Pisah Sambut Kaper BKKBN Sumut Hangat dan Penuh Haru

MEDAN (METROJURNAL.COM) - Tepuk tangan panjang disertai suasana haru menyelimuti Aula Utama Kantor Perwakilan BKKBN…

4 minggu ago