Categories: HUKUM

Forwakum Sumut Kecam Teror terhadap Kantor Tempo, Desak Polisi Usut Tuntas

MEDAN Forum Wartawan Hukum (Forwakum) Sumatera Utara (Sumut) mengecam keras aksi teror yang dialami kantor redaksi Tempo di Palmerah, Jakarta.

Teror tersebut berupa pengiriman enam bangkai tikus dengan kepala terpenggal pada Jumat (22/3/2025), dini hari. Insiden ini terjadi hanya dua hari setelah kantor Tempo menerima kiriman kepala babi.

Ketua Forwakum Sumut Aris Rinaldi Nasution, didampingi Sekretaris Ansah Tarigan dan Bendahara Zulfadli Siregar, menyatakan bahwa tindakan ini adalah bentuk intimidasi terhadap kebebasan pers.

“Serangan ini bukan hanya menyasar Tempo, tetapi juga menjadi ancaman bagi seluruh jurnalis yang menjalankan tugasnya untuk menyampaikan informasi kepada publik. Kami mengecam keras tindakan ini dan mendesak aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini,” ujar Aris Rinaldi Nasution, Minggu (23/3/2024).

Pihaknya juga menegaskan bahwa pers memiliki peran penting dalam demokrasi dan tidak boleh dibungkam dengan ancaman atau tindakan kekerasan.

“Kami mendesak kepolisian agar segera menangkap pelaku dan aktor intelektual di balik aksi teror tersebut,” tegas dia.

Sebelumnya, pada 20 Maret 2025, kantor Tempo menerima paket berisi kepala babi yang diletakkan di depan gedung.

Dua hari kemudian, paket berisi enam bangkai tikus dengan kepala terpenggal dilemparkan ke dalam area kantor oleh seseorang pada pukul 02.11 WIB.

Pemimpin Redaksi Tempo Setri Yasra, menilai teror ini sebagai ancaman terhadap kerja jurnalistik dan kebebasan pers di Indonesia.

Sementara Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers menduga bahwa pelaku di balik dua aksi teror ini adalah kelompok yang sama dan meminta pemerintah untuk tidak meremehkan kasus ini.

Selain itu, IM57+ Institute juga mengecam peristiwa ini sebagai tindakan pengecut yang bertujuan menakut-nakuti jurnalis.

Kapolri menegaskan bahwa pihak kepolisian akan mengusut kasus ini secara serius dan menindak tegas pelaku di balik aksi teror tersebut.

Forwakum Sumut mengajak seluruh insan pers untuk tetap bersatu dan tidak takut dalam menjalankan tugas jurnalistik.

“Kami berharap kasus ini segera terungkap agar tidak menjadi preseden buruk bagi kebebasan pers di Indonesia,” ujar Aris Nasution. (RED)

Zulham

Share
Published by
Zulham

Recent Posts

Waspada Super Flu, RSU Haji Siagakan Tim PIE

MEDAN (METROJURNAL.COM) - Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Medan mengaku tetap siaga dan waspada dalam…

2 hari ago

Penandatanganan Komitmen Bersama Zona Integritas, Langkah Perwakilan BKKBN Sumut Menuju WBK

MEDAN (METROJURNAL.COM) -Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumatera Utara melaksanakan Penandatanganan…

4 hari ago

Media Massa Penting di Tengah Ketidakpastian Informasi di Medsos

MEDAN (METROJURNAL.COM) - Berbagai informasi yang beredar di media sosial (medsos) saat ini tidak bisa…

5 hari ago

Sumut Miliki Peluang Kembangkan Health Tourism, Butuh Keberanian Rumah Sakit

MEDAN (METROJURNAL.COM) - Provinsi Sumatera Utara dinilai memiliki peluang besar untuk mengembangkan health tourism atau…

6 hari ago

Pimpin RSJ Prof Ildrem, Sri Suriani Fokuskan Pembenahan Layanan dan Infrastruktur

MEDAN (METROJURNAL.COM) - Direktur UPTD Khusus Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Prof Dr M Ildrem kini…

2 minggu ago

Awal Tahun 2026, RSUD dr. Pirngadi Medan Layani 1.127 Pasien

MEDAN (METROJURNAL.COM) - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Pirngadi Medan mencatat jumlah kunjungan pasien…

2 minggu ago