Lokasi tanah yang diduga menjadi masalah
JAMBI – Seorang petani Nelson H Simarmata (51) dan juga pemilik lahan sawit di blok B, Desa Suban, Kecamatan Batang Asam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), Provinsi Jambi merasa keberatan, karena lahan ladangnya di batas bagian utara yang sudah ditanami sawit di serobot tetangganya yang mengakibatkan penggeseran batas tanahnya yang luas hampir 1 hektar lebih sudah di tanami bibit Pinang.
Jadongan Manik (Abang Ipar) yang selama ini merawat dan mengurus ladang milik Nelson Simarmata itu mengatakan, bahwa ladang yang bagian Utara berbatasan dengan jalan diduga telah diserobot oleh tetangganya UG (52) warga Gudang Arang, Desa Penoban, Kecamatan Batang Asam Jambi, setelah usai pulang dari Pulau Jawa menghadiri Wisuda anaknya pada November 2023.
“Setelah pulang dari Pulau Jawa menghadiri anak Wisuda, lalu besoknya pergi ke ladang, ternyata didalam ladang sudah ditanami pohon pinang oleh Ukup Ginting. Padahal sebelumnya dilahan itu sudah lebih dulu kami tanami sawit pada Bulan April Tahun 2021 lalu, sekarang sawit nya sudah berbuah dompet dan buah pasir,” ucap Manik.
Manik juga menjelaskan ke Media ini, bahwa sebelumnya ladang yang sebelah Utara tersebut sudah pernah juga bermasalah dengan Tarigan (pihak 1) sebelum tanahnya dijual kepada UG terkait tapal batas pada tahun 2013 lalu.
“Setelah didamaikan oleh Saparudin (Pemilik tanah pertama yang kemudian dijual kepada Nelson Simarmata Tahun 2011) dan dihadiri Zulfahmi (Pemilik tanah perbatasan bagian Timur), Jadongan Manik (Pemilik tanah perbatasan bagian Barat), Eko Rikiman (Ketua RT 29) dan M Sayuti (Kadus SBN III), akhirnya kedua belah pihak antara Tarigan (Pemilik Tanah 1 batas Utara) dan Nelson Simatmata (pemilik batas tanah yang di serobot) sepakat berdamai dengan perjanjian 20 meter mulai dari pohon sawit yang sudah bisa di eggrek ke bagian batas Utara adalah milik Nelson di Tahun 2013 lalu,” jelas Manik.
Dengan berjalannya waktu, lanjut Manik, ternyata ladang bagian utara milik Tarigan (Pemilik 1) telah di jual kepada UG (Pihak 2) pada Tahun 2017 tanpa ada mengundang dan menghadirkan saksi- saksi dari pemilik tapal batas dan Perangkat Desa.
“Setelah tanah dibeli oleh (Pihak 2) UG, kembali terjadi penyerobotan tanah milik Nelson dengan ditanami pohon pinang diatas ladang yang sudah ada sawit seluas hampir 1 hektar lebih”, terang Manik heran.
Anehnya lagi jelas Manik, saat di antara kedua belah pihak melakukan mediasi secara kekeluargaan untuk mempertanyakan terkait surat tanah dan bukti surat pembeliannya ladangnya dari Tarigan (Pihak 1), UG menjawab bahwa ladang yang dibelinya tersebut ibarat beli kucing dalam karung alias tanpa ada surat.
Terpisah, pada saat Nelson Simarmata dan Jadongan Manik pergi ke ladang Jumat (01/12/2023) sekitar pukul 10.00 WIB siang dan bertemu dengan UG penyerobot tanah tersebut mengatakan, bahwa tanah itu di belinya dari Tarigan (Pihak 1) pada Tahun 2017 lalu.
“Saya beli tanah ini pada tahun 2017 lalu, dan katanya ada surat. Namun saat membeli lahan itu tidak ada mengundang dan menghadirkan saksi- saksi yang ada di tapal batas tanah tersebut,” uajr Manik seperti yang dikatakan UG.
Jika memang benar tanah tersebut sudah dibeli oleh UG (Pihak 2) dari Tarigan (Pihak 1) pada tahun 2017 lalu, mengapa lahannya baru sekarang dikerjakan November 2023 dan menyerobot kembali ladang milik Nelson yang sudah ditanami pohon sawit pada April 2021 lalu dengan ditanami pohon pinang yang luasnya hampir 1 hektar lebih serta menanam sawit di jalan AS, ini ada apa?,” kata Nelson.
Sementara sudah jelas- jelas diketahui, pada Tahun 2013 lalu pemilik tanah pertama *Tarigan* sudah pernah juga menyerobot tanah milik *Nelson Simarmata*. Dan masalah penyerobotan tersebut sudah di mediasi dan didamaikan oleh pihak Kepala Desa Suban melalui Ketua Rt 29, Kadus Suban III dan pihak- pihak yang ada di tapal batas.
Adapun Surat Keterangan Ganti Rugi (SKGR) yang di miliki Nelson Simarmata adalah sebagai berikut:
Ganti Rugi dari Pihak pertama (I) atas nama: Saparudin (40) thn, warga RT. 24 Subang 2, Desa Suban, Kecamatan. Batang Asam, pada tanggal 10 April 2011 dengan kondisi ladang semak belukar.
Dengan ukuran/Luas Tanah, 104 x 580 M yang telah diteliti oleh kedua belah pihak dan pihak- pihak perbatasan, bertempat didaerah Sungai Temberas, Wilayah Desa Suban, Kecamatan Batang Asam dengan batas- batasnya.
Adapun disebelah Timur: berbatasan dengan tanah milik Zulfahmi, Barat: dengan tanah Jadongan Manik, Utara: dengan Jalan. Sementara, di bagian Selatan: berbatasan dengan tanah milik Saparudin, yang diketahui dan disaksikan oleh Zulfahmi, Jadongan Manik, Eko Rekaman (Ketua RT 29) dan M Sayuti (Kadus SBN III) dengan bukti Surat Keterangan Ganti Rugi (SKGR) No. 593/212/202/2003/2001 pada tanggal 10 April 2011 yang dibubuhi stempel Kepala Desa Suban, Kecamatan Batang Asam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi, Abdul Muis dan ditandatangani diatas bermaterai 6000. (FK)
MEDAN (METROJURNAL.COM) - UPTD Khusus RSU Haji Medan Provinsi Sumatera Utara kembali menorehkan prestasi dengan…
Oleh : Budi Setiyono, Sesmendukbangga Kita menyaksikan bahwa dalam tiga dekade terakhir, China mengalami transformasi…
MEDAN (METROJURNAL.COM) - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Perwakilan Provinsi Sumatera Utara menggelar Pra…
MEDAN (METROJURNAL.COM) - BPJS Kesehatan terus berinovasi dalam memberikan pelayanan informasi kepada masyarakat. Salah satunya…
MEDAN (METROJURNAL.COM) - Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap menegaskan komitmen kuatnya untuk mengembalikan kejayaan…
MEDAN (METROJURNAL.COM) - Usai silaturahmi dan Sosialisasi Penguatan Kinerja Pelayanan Kesehatan bersama jajaran manajemen RSUD…