Categories: KESEHATAN

Dinas Kesehatan Medan Gelar Skrining TB

MEDAN (METROJURNAL.COM) – Dinas kesehatan (Dinkes) Medan
berkolaborasi dengan pihak swasta, termasuk Halodoc, dalam menggelar skrining Tuberkulosis (TB) di berbagai lokasi di Kota Medan.

Langkah ini bertujuan untuk menemukan penderita TB secara dini dan mencegah penyebaran penyakit yang masih menjadi masalah kesehatan serius.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Kota Medan, dr Pocut Fatimah Fitri, menyampaikan apresiasinya terhadap keterlibatan sektor swasta dalam program skrining TB. “Kami sangat berterima kasih dengan adanya dukungan Halodoc. Ini menunjukkan kepedulian pihak swasta terhadap program TB,” ujar Pocut di Puskesmas PB Selayang II, Jalan Bunga Cempaka No 58 E, Kecamatan Medan Selayang, Selasa (1/10/24).

Ia menekankan, penanganan TB tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, melainkan harus melibatkan seluruh elemen masyarakat. “TB bukan saja urusan Dinkes ataupun tenaga kesehatan, melainkan harus menjadi perhatian semua pihak,” katanya.

Kolaborasi yang dilakukan, lanjutnya, mengadopsi konsep pentahelix, yang melibatkan lima unsur penting yaitu pemerintah, akademisi, pelaku usaha, masyarakat, dan media. Skrining TB ini akan dilakukan tidak hanya di Puskesmas PB Selayang II, tetapi di seluruh 41 Puskesmas di Kota Medan. Program skrining telah dimulai sejak 25 September 2024 di Puskesmas Kampung Baru, Sunggal, dan dijadwalkan berlangsung selama 41 hari ke depan.

“Diperkirakan akan ada 6.000 orang yang menjadi target skrining dalam program ini,” sebut Pocut menambahkan bahwa upaya deteksi dini ini diharapkan dapat mempercepat penanganan dan pencegahan penyebaran TB di masyarakat.

Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas PB Selayang II, dr Rasta Abdidharma Tarigan menjelaskan, skrining di wilayahnya hari ini menargetkan 200 orang, dengan fokus pada warga dengan risiko tinggi seperti penderita diabetes melitus, HIV, dan kontak erat dengan penderita TB.

“Angka TB di wilayah kami cukup tinggi, lebih dari 500 kasus. Dengan skrining ini, kami berharap bisa mendeteksi kasus TB lebih dini agar penderita dapat segera ditangani dan mencegah penularan lebih lanjut,” ujar Rasta.

Program kolaboratif ini diharapkan dapat memperkuat upaya pemerintah dalam menekan angka penyebaran TB di Kota Medan, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini penyakit tersebut. (YS)

Yunsigar

Recent Posts

BKKBN Sumut dan Pemkab Langkat Satukan Langkah Tingkatkan Kesehatan Ibu dan Anak

LANGKAT (METROJURNAL.COM) - Komitmen memperkuat kesehatan ibu dan anak terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor…

2 hari ago

RS Pirngadi Jelaskan Penanganan Satpam Korban Penembakan

MEDAN (METROJURNAL.COM) - Direktur Utama RSUD Dr Pirngadi Medan, Mardohar Tambunan, memberikan penjelasan terkait penanganan…

2 hari ago

RS Pirngadi Bantah Tolak Lakukan Visum, Sebut Pasien Sudah Diedukasi

MEDAN (METROJURNAL.COM) - Beredar video dugaan penolakan visum terhadap seorang pasien di RSUD Dr Pirngadi…

4 hari ago

dr Galdy Wafie Pimpin IDI Medan Periode 2026-2029

MEDAN (METROJURNAL.COM) - Musyawarah Cabang (Muscab) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Medan menetapkan dr. Galdy…

7 hari ago

Pisah Sambut Kaper BKKBN Sumut Hangat dan Penuh Haru

MEDAN (METROJURNAL.COM) - Tepuk tangan panjang disertai suasana haru menyelimuti Aula Utama Kantor Perwakilan BKKBN…

1 minggu ago

BKKBN Gelar Konsultasi Publik, Keterbukaan Informasi Salah Satu Strategi Meningkatkan Partisipasi Publik dalam Program Unggulan

MEDAN (METROJURNAL.COM) - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/Perewakilan BKKBN…

2 minggu ago