Categories: PERISTIWA

Kepling Antar Pasien Tanpa Keluarga ke RS Adam Malik

MEDAN – Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik (RSUP HAM) kembali merawat pasien tanpa keluarga.

Meski memiliki kartu tanda pengenal (KTP), namun pasien paruh baya tersebut tidak memiliki keluarga dan Kepling (kepala lingkungan) setempat yang membantu mengantarkannya Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUP HAM saat menderita sakit.

Berdasarkan data pendaftaran, pasien berjenis kelamin laki-laki tersebut diketahui bernama Joko Sanyoto, kelahiran Blora, Jawa Tengah, 1 Mei 1969. Pasien selama ini hidup sendiri di Jalan Nilam XIII Lingkungan XXIII Kelurahan Mangga Kecamatan Medan Tuntungan, berdasarkan informasi pada KTP milik pasien tertanggal 9 September 2023.

“Menurut informasi dari perawat kami, pasien diantar oleh Kepling dari kontrakannya ke IGD RSUP HAM. Tapi saat itu pasien dalam kondisi tak sadarkan diri, dan dokter yang melakukan pemeriksaan menyatakan pasien sudah meninggal dalam perjalanan ke IGD,” jelas Manajer Hukum dan Humas RSUP HAM Rosario Dorothy Simanjuntak MIKom, Jumat (24/11/2023).

Pasien Joko Sanyoto ini awalnya ditemukan dalam kondisi tak sadarkan diri di kontrakannya di Kelurahan Mangga. Sehingga Kepling setempat membawanya ke IGD RSUP HAM pada tanggal 10 Oktober 2023 pukul 22.15 WIB. Kemudian, dokter melakukan pemeriksaan, dan ternyata diketahui bahwa pasien sudah meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit.

“Sampai saat ini, RSUP HAM masih menyimpan jenazah pasien ini di kamar jenazah. Tapi, setelah satu bulan, belum ada satu pun pihak keluarga yang datang menjemput atau menghubungi. Selain itu, juga tidak ada informasi apapun terkait keluarga pasien, sehingga kami juga tidak bisa menyampaikan kondisi pasien ini,” tambah Rosario yang biasa dipanggil Rosa.

Oleh karena itu, manajemen RSUP HAM berharap ada pihak keluarga pasien yang bisa mendapatkan informasi melalui pemberitaan ini. Atau masyarakat yang mengenalnya bisa memberitahukan kepada keluarga yang bersangkutan. Sehingga jenazah pasien tersebut bisa segera diurus dan dikebumikan sebagaimana mestinya.

Ditambahkan Rosa, pasien Joko Sanyoto memiliki ciri kulit warna sawo matang, tinggi badan 168 meter, rambut ikal dan pendek, hidung mancung, dan memiliki tato burung di bagian dada dekat ketiak sebelah kiri. Pada saat diserahkan ke kamar jenazah, kondisi jenazah pasien berpakaian lengkap dengan kemeja lengan pendek warna putih garis-garis hitam, celana keper panjang warna abu-abu, dan jam analog warna hitam di tangan kiri.

“Pihak keluarga ataupun masyarakat yang mengenal pasien dapat menghubungi Tim Kerja Hukum dan Humas RSUP HAM melalui nomor telepon 061-8364581 ext. 164, atau datang langsung ke lokasi RSUP HAM di Jalan Bunga Lau No. 17 Medan Tuntungan, Kota Medan. Jika tetap tidak ada keluarga yang datang, maka kami akan segera memakamkan jenazah,” pungkas Rosa. (Rel/YS)

redaksi

Share
Published by
redaksi

Recent Posts

Suara Hati Penerima Manfaat MBG 3B, Kami Tidak Sendiri

MEDAN (METROJURNAL.COM) - Bagi sebagian keluarga di Sumatera Utara, hidup sering kali berjalan dengan keterbatasan.…

3 hari ago

Waspada Super Flu, RSU Haji Siagakan Tim PIE

MEDAN (METROJURNAL.COM) - Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Medan mengaku tetap siaga dan waspada dalam…

1 minggu ago

Penandatanganan Komitmen Bersama Zona Integritas, Langkah Perwakilan BKKBN Sumut Menuju WBK

MEDAN (METROJURNAL.COM) -Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumatera Utara melaksanakan Penandatanganan…

2 minggu ago

Media Massa Penting di Tengah Ketidakpastian Informasi di Medsos

MEDAN (METROJURNAL.COM) - Berbagai informasi yang beredar di media sosial (medsos) saat ini tidak bisa…

2 minggu ago

Sumut Miliki Peluang Kembangkan Health Tourism, Butuh Keberanian Rumah Sakit

MEDAN (METROJURNAL.COM) - Provinsi Sumatera Utara dinilai memiliki peluang besar untuk mengembangkan health tourism atau…

2 minggu ago

Pimpin RSJ Prof Ildrem, Sri Suriani Fokuskan Pembenahan Layanan dan Infrastruktur

MEDAN (METROJURNAL.COM) - Direktur UPTD Khusus Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Prof Dr M Ildrem kini…

3 minggu ago