SUMUT

BKKBN Sumut Gelar Reviu Program Bangga Kencana

×

BKKBN Sumut Gelar Reviu Program Bangga Kencana

Sebarkan artikel ini

MEDAN (METROJURNAL.COM) – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumatera Utara menggelar reviu program Bangga Kencana untuk mengevaluasi capaian program di tingkat provinsi dan 33 kabupaten/kota di Medan, Rabu (19/8/2026).

Kepala Perwakilan (Kaper) BKKBN Provinsi Sumatera Utara, Mahyuzar, mengatakan kegiatan tersebut merupakan forum untuk membahas capaian program sekaligus mengevaluasi pelaksanaan kegiatan selama enam bulan terakhir.

“Jadi ini mereviu kegiatan rutinitas kita dan ini program prioritas dari Bapak Menteri kita, yang kita coba elaborasi dengan kabupaten/kota. Kita evaluasi dalam enam bulan ini sudah bagaimana capaiannya. Hasilnya bagus ya, rata-rata semua sudah tercapai,” kata Mahyuzar.

Menurutnya, pergantian posisi dan kepemimpinan di sejumlah kabupaten/kota tidak menghambat kinerja pelaksanaan program. Dalam reviu tersebut, setiap daerah juga menyampaikan laporan tindak lanjut yang harus dilakukan.

Mahyuzar berharap organisasi perangkat daerah (OPD) yang menangani urusan keluarga berencana di seluruh kabupaten/kota dapat kembali aktif dalam forum komunikasi antar-kepala dinas.

“Setelah ini kita akan ajak mereka membentuk konsolidasi dan aktifkan kembali Perkadis ini. Kita akan menentukan pengurusnya hari ini juga,” ujarnya didampingi Sekretaris BKKBN Sumut Syamsu Rizal Lubis.

Ia menjelaskan, salah satu hal utama yang dibahas dalam reviu adalah capaian program Keluarga Berencana (KB), termasuk penggunaan metode kontrasepsi modern atau modern contraceptive prevalence rate (mCPR) serta target-target yang telah ditetapkan.

Menurutnya, penghargaan juga diberikan kepada daerah yang mampu mencapai target hingga 100 persen.

Selain program KB, BKKBN Sumut turut membahas arahan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga terkait distribusi 3B dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Mahyuzar mengatakan, BKKBN bersinergi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) dan para kepala dinas di kabupaten/kota untuk mendukung distribusi 3B MBG.

“Karena yang mendistribusikan 3B MBG adalah kita, yakni kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) untuk sasaran 3B MBG, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD,” katanya.

Selain itu, reviu membahas program Bangga Kencana terkait berbagai persoalan kependudukan serta Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK).

Program PJPK, kata Mahyuzar, merupakan salah satu program prioritas yang akan disinergikan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) provinsi maupun kabupaten/kota.

“Ini program prioritas juga mau disinergikan dengan RPJMD-nya provinsi, kabupaten dan kota. Ada 30 indikator, dan Sumatera Utara sudah dominan mengisi form tersebut untuk PJPK,” ujarnya.

BKKBN Sumut akan terus melakukan pendampingan terhadap dinas OPD KB dalam pelaksanaan program tersebut. Namun, untuk PJPK, kepemimpinan program berada di bawah Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida).

Mahyuzar juga menyoroti capaian Dana Alokasi Khusus (DAK) yang diberikan pemerintah pusat kepada pemerintah daerah untuk mendukung program Bangga Kencana.

“Kita juga kejar capaian Dana Alokasi Khusus (DAK). Dana ini diberikan oleh Kemenkeu, itu dari kita langsung ke Pemda. Makanya kita minta harus betul-betul terserap. Karena untuk program Bangga Kencana tadi,” katanya.

Menurutnya, capaian DAK Sumatera Utara saat ini sekitar 28 persen untuk tingkat provinsi. Sementara di sejumlah kabupaten/kota, penyerapannya telah mencapai 60 hingga 70 persen.

Mahyuzar menilai capaian tersebut masih dapat ditingkatkan karena tahun anggaran masih memasuki pertengahan tahun. Jika realisasi DAK tidak sesuai target, evaluasi akan dilakukan terhadap pelaksanaannya.

“DAK ini harus tercapai. Total ada 28 persen untuk provinsi. Artinya masih jauh meski di kabupaten/kota ada yang 60-70 persen, karena ini masih pertengahan tahun. Jadi kalau tidak bisa menghabiskan DAK atau target capaiannya kurang maka akan dievaluasi. Semoga Sumatera Utara ini jauh lebih baik ke depannya,” ujarnya.

Di sisi lain, Mahyuzar menyampaikan capaian Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) di Sumatera Utara. Salah satunya Kampung KB di Labuhanbatu Utara yang meraih juara I tingkat Provinsi Sumatera Utara dan juara I nasional untuk regional I. Bahkan, capaian Kampung KB yang ditetapkan pemerintah pusat ini telah mencapai 184 persen. (YS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *