Take a fresh look at your lifestyle.

Plt Bupati Langkat Buka Sosialisasi Baznas di Kadin Langkat

0 5

LANGKAT – Plt. Bupati Langkat Syah Afandin diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, H. Mulyono membuka kegiatan sosialisasi Baznas Infaq dengan Kadin Langkat, di Aula H. Syamsul Arifin Kantor Kadin Langkat, Senin (11/12/2023).

Baznas Kabupaten Langkat memiliki Moto “Jangan memandang zakat sebagai beban, melainkan suatu hak orang lain harus kita keluarkan untuk meraih keberkahan”.

Baznas Kabupaten Langkat juga mempunyai 5 program yang meliputi Kesehatan, Kemanusian,
Dakwah dan Advokasi, Pendidikan dan Ekonomi.

Baznas Langkat juga sudah bekerja sama dengan pihak Bank bagi Muzakki yang ingin menyalurkan zakatnya diantaranya :
1.Bank Sumut dengan No.Rekening: 311.02.04.016523-1. 2. Bank Muamalat dengan No.Rekening : 467000094. 3. Bank BSI dengan No.Rekening : 1030016536

Ketua panitia kegiatan H.M.Jamil SE menyampaikan, terimakasih kepada semua pihak terkhususnya Kadin Langkat dan Pemerintah Kabupaten Langkat.

Dengan dilaksanakannya kegiatan sosialisasi ini, diharapkan kedepannya agar dapat bekerjasama untuk menyalurkan zakatnya kepada Baznas Langkat untuk disalurkan kepada yang berhak nantinya.

Sedangkan Ketua Baznas Langkat Thantawi Jauhari MA mengingatkan kepada peserta sosialisasi tentang pesan dari Plt.Bupati Langkat yang selalu mengatakan zakat merupakan pembersih bagi diri kita, apa bila tidak disalurkan nantinya maka akan menjadi penyakit.

“Mari kita bersihkan melalui zakat yang kita keluarkan untuk diri kita dan kita salurkan kepada saudara-saudara kita yang berhak mendapatkannya,” ajaknya.

Sambutan Plt.Bupati Langkat yang disampaikan H.Mulyono selaku Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat mengatakan, sebagaimana kita ketahui bersama bahwa zakat adalah salah satu pilar dalam agama Islam yang merupakan kewajiban bagi umat muslim yang telah memenuhi syarat tertentu dan mencapai nisabnya dengan tujuan untuk membersihkan harta seseorang dari sifat-sifat negatif.

Seperti kekikiran masyarakat dan egoisme karena pada hakekatnya harta itu hanya titipan dari Allah Subhanahu wa ta’ala yang maha kuasa.

“Dapat kita maknai bahwa begitu banyak manfaat berzakat sebab zakat merupakan ibadah yang mengandung unsur sosial dan spiritual dan dalam ini dapat pula menjadi salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan harapan akan mendapatkan pahala dan keberkahan serta kebaikan-kebaikan lainnya,” terangnya.

Meningkatkan unsur ekonomi dan sosial yang melekat pada zakat yang dengan sendirinya berhubungan dengan masyarakat luas baik masyarakat sebagai pemberi zakat (Muzakki) maupun masyarakat yang menjadi penerimaan zakat (Mustahik). Maka diperlukan berbagai upaya dalam mengoptimalkan penerimaan zakat diiringi pula dengan infaq dan sedekah.

“Untuk itu saya atas nama pribadi dan pemerintah menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih atas pelaksanaan sosialisasi yang ditempuh oleh Baznas Kabupaten Langkat kepada pihak Kadin Kabupaten Langkat sebagai bentuk integritas kita bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Dengan mensosialisasikan zakat infaq dan sedekah kepada Kadin Langkat diharapkan dapat menjadi langkah strategis dalam mengoptimalkan penerimaan zakat amal dan sedekah di mana kita ketahui bahwa Kadin Kabupaten Langkat mempunyai cakupan yang cukup luas dengan beranggotakan para pengusaha dan pelaku usaha.

“Harapan saya para pengusaha dan pelaku usaha di bawah naungan Kadin Kabupaten Langkat dapat menjadi Muzakki dan menyalurkan zakat sedekah melalui Baznas Kabupaten Langkat. Maka akan semakin luas pula cakupan penyaluran bantuan baznas bagi masyarakat tidak hanya bertumpu kepada fakir miskin dan anak yatim namun juga kepada pelaku usaha yang masih membutuhkan bantuan untuk bisa mandiri,” ujarnya.

“Sehingga setelah mandiri dan berkembang diharapkan pelaku usaha tersebut akan bergabung dengan Kadin Kabupaten Langkat,” sambungnya.

Ia juga menegaskan, bawa sinegritas sangat diperlukan dalam membangun Kabupaten Langkat secara keseluruhan untuk mencapai masyarakat yang sejahtera, di mana saya menyadari bahwa pemerintah daerah tentunya memiliki keterbatasan. (LKT)

Tinggalkan komen

Alamat email anda tidak akan disiarkan.