Take a fresh look at your lifestyle.

Darwis Sinulingga, Sosok Peduli Kepada Rekan -rekan Jurnalis di Langkat

0 2

LANGKAT
Wartawan Majalah TEMPO 2087-1994 H Affan Bey Hutasuhut wartawan satu leting Karni Ilyas ini mengucapkan selamat kepada M, Darwis Sinulingga yang kembali terpilih menjabat Ketua PWI Langkat.

“Selamat terpilih kembali Wis menjadi Ketua PWI Langkat Periode 2023-2026.semoga Tuhan senantiasa menuntun dan menjagamu agar tetap kukuh sebagai hamba yang selalu berbuat atas kehendak Mu jua,” ucapnya, Kamis (14/12/2023).

Ungkapan itu seketika terlontar dari hati ini seketika mengetahui sahabat dan sejawat saya ini kembali diamanahkan untuk kedua kalinya sebagai Nakhoda PWI usai konferensi PWI Langkat berlangsung pada Selasa (12/12/2023) pukul 09.00 WIB kemarin di Hotel Gren Stabat.

Tidak mudah untuk meraih kepercayaan kedua kalinya memimpin organisasi wartawan ini, jika sosok yang diamanahkan belum teruji sebagai jurnalis yang sarat pengalaman, kaya gagasan, kreatif, sebagai managerial dan lainnya.

Sejumlah anggota PWI di Langkat melihat kemampuan ini ada pada sosok Darwis. Kelebihan ini hanya bisa dicapai dengan kerja keras dan berserah diri pada Tuhan.

Proses perjalanan Darwis menempuh jalan kesuksesan ini memang tidak mudah. Ia harus menapak di jalan penuh liku, mendaki bukit yang terjal, saat memulai karir jurnalistiknya pada tahun 2001 di Majalah Pro Kontra. Setahun kemudian beralih ke Harian Perintis terbitan Jakarta, tahun 2003 pindah ke Harian Sore Garuda.

Pada masa itu gaji wartawan sangatlah minim. Kadang ia sering merenung ketika diundang pejabat makan di restoran mewah, sementara anak-bini makan seadanya. Tapi ia tetap memilih bertahan. Sebab sedari awal ia sudah menyadari tugas seorang jurnalis memang berat, bahkan tantangan maut pun harus hal yang aneh di masa itu. Dan itu sudah berkali-kali dialami oleh wartawan kelahiran Binjai ini. Itu semua terjadi akibat pemberitaan Darwis tidak kenal kompromi.

Pengalaman paling seram dan nyaris merenggut nyawanya saat ayah tiga anak ini menjadi wartawan Harian Posmetro Medan tahun 2005. Karena kencangnya pemberitaan terbunuhnya seorang ibu di kawasan Padang Tualang, ada yang murka dan mulai menteror Darwis agar menghentikan pemberitaan itu seitar 10 tahun silam.

Karena Darwis tidak meladeni, akibatnya fatal. Tiba-tiba saat dalam perjalanan peliputan dadanya perih dan ia merasakan sesak napas yang berat. Sampai-sampai Darwis merasakan maut akan menjemputnya.

Meski sudah dirawat berkali-kali tapi, ‘serangan’ ini tak juga sembuh sehingga membuatnya bolak-balik mendapatkan perawatan di sejumlah rumah sakit.

Namun Darwis tak putus asa dan terus berserah diri pada Allah SWT. Alhamdulillah, kini Darwis sudah bisa aktif baik sebagai wartawan maupun sebagai pemilik Harian Metro Langkat dan kini berganti menjadi Metrolangkat-binjai.com dan Telisik.net.

Ia bahkan mampu melaksanakan beragam agenda PWI yang boleh dibilang banyak menguras tenaga, pikiran, dan dana. Diantaranya melakukan seminar tentang jurnalistik di Bukit Lawang, menyambangi sejumlah tempat menyerahkan bantuan sembako.

Kepeduliannya kepada perkembangan jurnaistik bukan hanya dilakukan pada internal PWI. Tapi juga rajin menyambangi sejumlah sekolah SMA dan SMK untuk memberikan pemahaman dunia jurnalistik seraya menyerukan agar para siswa ini rajin menulis meskipun kontennya dalam skala kecil.

Begitulah dahaganya Darwis melihat masa depan jurnalistik di Langkat. Api jurnaistik sekejap pun tak boleh padam di bumi bertuah ini. Begitu kecintaannnya terhadap dunia jurnalistik. (LKT)

Tinggalkan komen

Alamat email anda tidak akan disiarkan.