Take a fresh look at your lifestyle.

Vivi Eka Sari Teja, Berkiprah di Berbagai Organisasi dan UMKM Bermanfaat Buat Masyarakat

0 2

MEDAN    Zaman milenial ini, perempuan memiliki kesempatan yang luas untuk berkiprah di berbagai tempat, baik sebagai abdi negara, pengusaha dan kegiatan lainnya. Peluang ini harus bisa dimanfaatkan perempuan, namun jangan melupakan kodratnya.

Peluang itulah yang dimanfaatkan Vivi Eka Sari Teja, ST yang memiliki berbagai kegiatan dan bergabung di berbagai organisasi.

Wanita yang tinggal di perumahan belakang Poldasu ini selain menjadi pemborong/konsultan, dirinya juga berkiprah di UMKM Azzura Frozen Food.

“Selain bergerak di bidang pemborong/konsultan yang memang basic saya tehnik arsitek. Saya juga sebagai konsultan/kontraktor fisik jalan/bangunan,” ujarnya.

Begitu juga untuk wadah UMKM, agar dirinya bisa lebih banyak berguna untuk masyarakat banyak.

“Kita wadahi mereka agar bisa berproduksi,” katanya dalam perbincangan di kantor Rumah Satu Suara (R1S) di Medan Denai beberapa waktu lalu.

Saat ini, dirinya pengurus provinsi di Kadin Sumut sebagai komisi tetap bagian penyuluhan UMKM.

Ibu dari 3 orang putri ini mendirikan UMKM dengan tujuan bagaimana masyarakat semaksimal mungkin dibantu agar lebih berdaya guna.

“Kita bantu apapun yang kita punya dan bisa, agar masyarakat lebih berdaya guna. wadah/tempat menampung banyak produk UMKM yang bertujuan untuk dapat membantu menggalakkan program pemerintah dan produktivitas dari para pelaku UMKM,” kata Vivi yang bersuamikan Andi Purnomo, SE ini.

Selain itu, wanita yang berusia 43 tahun ini juga sebagai Wasekjend perkumpulan olahraga tembak di Angkatan Udara Lanud Soewondo, bernama Falco Wira Waskita (dulu bernama Falco Dirgantara Indonesia).

Walaupun dengan banyaknya organisasi dan kegiatan yang harus diikuti, ia tetap bisa membagi waktu karena semuanya sudah dikondisikan atau dijadwalkan. Apalagi, kegaiatan yang menyita waktu itu didukung penuh anak anak dan suami yang lebih banyak membantu.

“Suami sejalan karena memang sudah tugas dan lebih membantu sifatnya,” ungkap wanita karir yang memiliki anak yang paling besar masih kuliah di tingkat 1 dan yang paling kecil SMP kelas 2.

Sementara di R1S sendiri, yang merupakan wadah dari berbagai latar belakang yang berbeda seperti dari berbagai partai politik, namun semuanya mempunyai visi dan misi yang sama. Satu perkumpulan yang bergerak di bidang sosial kemanusiaan, bersifat non partai, dan sudah tersebar di beberapa provinsi di Sumatera.

“Disini kita harus aktif komunikasi. Kita punya kegiatan kemanusiaan seperti membantu di bidang kesehatan, KTP dalam jumlah akumulasi. Kita disini ibadah,” jelasnya yang menjabat sebagai ketua umum.

Selain sebagai pengurus Wadokai Sumut, wanita yang supel dan enak diajak ngobrol ini juga pembina di DMMI (Da’i Muda Milenial) yaitu sebuah perkumpulan berbasis agama seperti da’wah, tahfidz qur’an.
“Pengurus DMMI adalah pemuda/i milenial bangsa yang mentauladani Al Qur’an sebagai jalan kehidupan agar tercipta generasi bangsa yang berakhlak mulia, takut kepada Allah SWT dalam meniti setiap posisi amanah yang diembannya,” tuturnya.

Dalam era milenial ini, dirinya menilai perempuan sekarang sudah lebih aktif. Namun, masih kurang dalam kordinasi. Artinya, mereka masih lebih ke gaya mereka sendiri. Jadi hal ini yang perlu diarahkan.
“Tapi, perempuan di Sumut sangat aktif sekarang, kendalanya karena power of emak emak ini susah dikordinasi. Jadi, kita selalu melakukan pendekatan agar mereka ikut rool kita, jangan ugal ugalan versi emak emak. Saya juga Ketua Srikandi Gerakan Anti Narkotika Nasional DPW Sumatera Utara, yang beranggotakan keseluruhan wanita sebagai penggiat anti narkotika, yang visi misinya menjaga dan menciptakan generasi muda yang bebas narkotika agar bangsa tangguh. Makanya lebih ke wanitanya, karena khusus mewadahi emak emak,” ujarnya yang juga penyedia jasa layanan pemberangkatan ibadah umrah, sebagai pensyi’ar Baitullah.

Dalam menjalani aktifitas yang begitu menyita waktu, Vivi memiliki motto agar selalu bermanfaat bagi masyarakat banyak.
“Karena hidup ini bisa dihitung dengan waktu,” katanya.

Buat ibu ibu milenial ia berpesan, jangan mau tertindas tapi jangan melebihi kodrat, jalankan sesuai dengan aturan. (sumber: metrojurnal.com)

Tinggalkan komen

Alamat email anda tidak akan disiarkan.