Take a fresh look at your lifestyle.

Kebun PT SRA Kotarih Kembali Buat Masalah, Gaji Karyawan Tak Dibayar dan BPJS Juga Tersendat Bayarnya

0 6

SERGAI Kisruh Managemen Perkebunan PT. Sri Rahayu Agung ( SRA) yang berlokasi di kecamatan Kotarih, kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) kembali terjadi, kali ini sekitar 70an Karyawan/Buruh Kebun melakukan gelar aksi unjuk rasa didepan kantor PT. SRA di Desa Kotarih, kecamatan Kotarih,Senin (27/11/ 2023) pagi.

Guna menjaga hal-hal yang tak diinginkan, Polres Sergai menurunkan personel yang dipimpin oleh Kabag Ops Polres Sergai Kompol LS Siregar, Kasat Intelkam AKP Siswoyo dan Kapolsek Kotarih, AKP Domdom Panjaitan beserta personel Polres Sergai, Polsek Kotarih dan TNI dari Koramil Kotarih.

Dengan membentangkan poster yang berisikan tuntutan, agar pihak Manage men Perusahaan memberikan kewajiban nya untuk mengabulkan hak Karyawan/ buruh itu sendiri.

Pengunras dalam orasi nya menuntut pembayaran upah yang sudah dua bulan belum dibayar. Selain itu juga menuntut perusahaan membayar iuran BPJS yang sudah tertunggak selama 13 bulan, selain itu menuntut karyawan yang dipecat tanpa alasan jelas untuk dipekerjakan kembali.

Kejadian ini dibenarkan oleh Plt. Kasi Humas/KBO Satreskrim Polres Sergai, Iptu Edward Sidauruk ketika di konfir masi media melalui whatsApp, Senin sore.

“Aktifitas di kantor PT SRA sempat terhenti akibat aksi ini, tetapi setelah dila kukan mediasi antara perwakilan karya wan dengan Managemen PT SRA, disak sikan oleh personel TNI/Polri dan pihak pemerintah kecamatan, maka sudah tercapai kesepakatan dan situasi sudah kembali kondusif”, jelas Iptu Edward Sidauruk. S

Sebelumnya,Kapolsek Kotarih, AKP Domdom Panjaitan sempat memberikan arahan kepada pengunras, untuk menunggu hasil dialog dan tidak melakukan tindakan anarkis dalam menyampaikan aspirasinya.

Mediasi dilaksanakan di aula perkebu nan PT SRA dihadiri, Manager Kebun PT SRA, Tau di dan Staf, M. Lui Nasution dari PUK SPPK -FSPMI Sergai, Rahim Ketua PUK SPPK -FSPMI PT SRA Kotarih selalu Ketua Aksi,Koorlap, Hendra, Syahrul (karyawan), Mahbubin Nasir Harahap, Rizal Adianto Siagian, Tutia ketiganya dari Disnaker Sergai.

Massa aksi yang sudah menunggu hasil mediasi, akhirnya merasa kecewa dengan yang disampaikan oleh Raudi selalu Manager PT SRA kepada karyawan.

Dengan dalih dan alasan klasik yang disampaikannya, kalau tun tutan karyawan ini akan disampaikannya kepada Pimpinannya di Medan. Ternyata, mediasi itu hanya merupakan “Panggung Sandiwara Satu Babak, karena tak ada solusinya”.

Salah seorang karyawan di perkebunan tersebut berinisial Dk (32) ketika ditanya awak media ini dilokasi mengatakan,

“kami sudah capek menghadapi ulah pim pinan di kebun SRA ini, soalnya pengusaha yang bernata sipit itu kerap memakai tangan penguasa, bahkan tak sayang untuk menyewa jasa preman dari Medan, untuk menakut-nakuti karyawan dan masyarakat disini. Ingat abang, waktu kasus jalan tempo hari ?, dimana pihak kebun disinyalir menyewa preman dari Sambu”, katanya sembari meminta namanya dirahasiakan.

Terpisah, menanggapi kasus ini,Ketua Partai Buruh Sumut Willy Agus Utomo yang juga Ketua Umum FSPMI Sumut mendukung aksi mogok kerja buruh PT SRA, meminta agar pihak perusahaan kembalikan bekerja buruh yang di PHK sepihak. Meminta juga agar perusahaan memenuhi tuntutan hak normatif buruh lainnya.

”Kepada buruh tetap semangat, jika perlu kita akan kirimkan tim advokasi buruh dari LBH FSPMI membantu pekerja yang sedang mogok saat ini. Terkait hal yang mengandung unsur pidana akan kita tuntut. Ribuan massa FSPMI siap turun apabila hal ini tidak bisa diselesaikan dengan baik baik oleh PT SRA,” tegas Willy saat dikonfirmasi media. (sumber: metrojurnal.com)

 

 

Tinggalkan komen

Alamat email anda tidak akan disiarkan.