• Indeks
  • Kode Etik
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Senin, April 27, 2026
  • Login
MetroJurnal.Com
Advertisement
  • House MinHome
  • KRIMINAL
  • POLITIK
  • OTOMOTIF
  • Olahraga
  • PERISTIWA
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • KESEHATAN
  • SEREMONI
  • NUSANTARA
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
  • House MinHome
  • KRIMINAL
  • POLITIK
  • OTOMOTIF
  • Olahraga
  • PERISTIWA
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • KESEHATAN
  • SEREMONI
  • NUSANTARA
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
MetroJurnal.Com
No Result
View All Result
Home KESEHATAN

Sumut Miliki Peluang Kembangkan Health Tourism, Butuh Keberanian Rumah Sakit

Yunsigar by Yunsigar
17 Januari 2026
in KESEHATAN
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

MEDAN (METROJURNAL.COM) – Provinsi Sumatera Utara dinilai memiliki peluang besar untuk mengembangkan health tourism atau wisata kesehatan mulai tahun 2026.

Namun, pengembangan sektor ini membutuhkan keberanian rumah sakit, dukungan kebijakan pemerintah daerah, serta model pembiayaan di luar BPJS Kesehatan. Alhasil, Sumut masih tertinggal dibanding Malaysia dan Thailand.

Akademisi Universitas Gadjah Mada (UGM) Laksono Trisnantoro dalam diskusi strategis bertajuk “Sumatera Utara Health Tourism: Bagaimana Memulainya di Tahun 2026 Ini?” yang digelar Kamis (15/1/2026), menjelaskan, Sumatera Utara memiliki modal dasar yang kuat, mulai dari sumber daya alam, infrastruktur pariwisata, hingga fasilitas kesehatan. Namun, potensi tersebut belum terintegrasi dalam satu strategi pengembangan wisata kesehatan yang jelas.

“Faktanya, masih banyak masyarakat Sumatera Utara yang memilih berobat ke Malaysia. Sebaliknya, belum terlihat arus signifikan pasien asing, termasuk dari Malaysia, yang datang untuk berobat ke Sumut,” ujar Laksono.

Menurutnya, kondisi ini seharusnya menjadi alarm kebijakan bagi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Pasalnya, lebih dari 60 persen pendapatan wisata kesehatan Malaysia diketahui berasal dari pasien asal Indonesia, yang sebagian besar berasal dari wilayah Sumatera.

Laksono menilai, keberhasilan Malaysia dan Thailand tidak terjadi secara alami, melainkan didukung oleh kehadiran negara dan pemerintah daerah sebagai pengarah ekosistem, termasuk dalam soal regulasi, pendanaan, dan sinergi lintas sektor.

“Di Malaysia dan Thailand, rumah sakit swasta diberi ruang tumbuh melalui pendanaan non-pajak, asuransi kesehatan swasta, serta keterhubungan langsung dengan sektor pariwisata. Sementara di Sumatera Utara, belum terlihat adanya roadmap daerah yang secara spesifik mendorong hal itu,” katanya.

Ia juga menyoroti ketergantungan tinggi pada BPJS Kesehatan yang membuat ruang inovasi rumah sakit menjadi terbatas. Dengan belanja kesehatan nasional yang stagnan di kisaran tiga persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), rumah sakit dinilai sulit naik kelas jika seluruh layanan hanya bertumpu pada skema jaminan sosial.

“BPJS penting sebagai jaring pengaman sosial. Tapi jika semua layanan diseragamkan, rumah sakit tidak punya ruang untuk mengembangkan layanan berstandar internasional. Akibatnya, pasien yang mampu justru memilih berobat ke luar negeri,” jelas Laksono.

Dalam konteks Sumatera Utara, Laksono menyarankan agar pengembangan health tourism dimulai dari rumah sakit non-BPJS atau rumah sakit yang memiliki lini layanan khusus di luar BPJS. Langkah ini dinilai lebih realistis tanpa mengorbankan prinsip keadilan layanan kesehatan.

“Awal 2026 adalah momentum. Sumatera Utara harus menentukan sikap, apakah ingin terus menjadi daerah pengirim pasien ke luar negeri, atau mulai bertransformasi menjadi tujuan layanan kesehatan regional,” pungkasnya.

Sedangkan, Destanul Aulia, Ketua MMTB dan Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat USU, menegaskan, persoalan medical tourism bukan semata-mata soal kemampuan rumah sakit, melainkan masalah sistem dan tata kelola daerah.

“Medical tourism tumbuh karena desain sistem, bukan kebetulan. Di Malaysia dan Thailand ada pemisahan yang jelas antara layanan UHC dan layanan pasar. Negara tidak menghambat rumah sakit swasta berkembang,” kata Destanul.

Ia menilai, Medan sebagai gerbang Sumatera seharusnya memiliki posisi strategis dalam pengembangan wisata kesehatan. Namun hingga kini, pasar tersebut belum dikelola secara serius, meski masyarakat Indonesia sudah terbiasa membayar layanan kesehatan non-BPJS.

“OOP (out of pocket) atau biaya dari kantong sendiri di Indonesia tinggi. Artinya pasar ada. Tapi di Medan, pasar itu tidak ditata menjadi industri,” ujarnya.

Destanul juga menyoroti ketergantungan tinggi pada BPJS Kesehatan yang membuat semua rumah sakit berada dalam posisi “setengah BPJS”. Kondisi ini dinilai menyulitkan lahirnya diferensiasi layanan yang menjadi prasyarat tumbuhnya medical tourism. “Tanpa sistem tier yang jelas, medical tourism sulit tumbuh. Semua rumah sakit berada di zona abu-abu,” tukasnya. (YS)

Tags: Butuh KeberanianHealth TourismMiliki PeluangRumah SakitSumut
Yunsigar

Yunsigar

Stay Connected test

  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Thumbnail Berita 2

Menag Kecam Penembakan di New Zealand: Tak Berperikemanusiaan!

0
Thumbnail Berita 4

2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

0
Thumbnail Berita 5

14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

0
Polres Samosir Lakukan Pengecekan dan Gladi Sispamkota Menghadapi Pemilu 2024 - Vandiko Gultom

Polres Samosir Lakukan Pengecekan dan Gladi Sispamkota Menghadapi Pemilu 2024

0

Kemendukbangga/BKKBN Sumut Audiensi dengan Ombudsman Sumut

22 April 2026

RSU Haji Medan Raih Golden Trophy dan BLUD Bintang 5 di TOP BUMD Awards 2026

15 April 2026

Belajar dari One Child Policy China dan Peningkatan Fiskal untuk Indonesia

14 April 2026

Gelar Pra Rakorda, Kemendukbangga/BKKBN Sumut Perkuat Sinergi Lintas Sektor

7 April 2026

Recent News

Kemendukbangga/BKKBN Sumut Audiensi dengan Ombudsman Sumut

22 April 2026

RSU Haji Medan Raih Golden Trophy dan BLUD Bintang 5 di TOP BUMD Awards 2026

15 April 2026

Belajar dari One Child Policy China dan Peningkatan Fiskal untuk Indonesia

14 April 2026

Gelar Pra Rakorda, Kemendukbangga/BKKBN Sumut Perkuat Sinergi Lintas Sektor

7 April 2026
MetroJurnal.Com

© 2026 METROJURNAL.COM

Navigate Site

  • Indeks
  • Kode Etik
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result

© 2026 METROJURNAL.COM

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In