• Indeks
  • Kode Etik
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Minggu, Januari 25, 2026
  • Login
MetroJurnal.Com
Advertisement
  • House MinHome
  • KRIMINAL
  • POLITIK
  • OTOMOTIF
  • Olahraga
  • PERISTIWA
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • KESEHATAN
  • SEREMONI
  • NUSANTARA
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
  • House MinHome
  • KRIMINAL
  • POLITIK
  • OTOMOTIF
  • Olahraga
  • PERISTIWA
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • KESEHATAN
  • SEREMONI
  • NUSANTARA
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
MetroJurnal.Com
No Result
View All Result

Waspadai Risiko Penyakit Kronis dengan Layanan Skrining BPJS Kesehatan

Zulham by Zulham
18 Maret 2024
in Tak Berkategori
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SEMARANG (.COM) – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan terus memperkuat upaya promotif dan preventif melalui layanan Skrining Riwayat Kesehatan.

Layanan ini berupaya menjaring lebih dini peserta yang memiliki risiko penyakit kronis.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang, dr. Fitria Nurlaila Pulukadang menjelaskan layanan Skrining Riwayat Kesehatan mampu memetakan risiko penyakit tidak menular, seperti hipertensi, diabetes melitus, jantung koroner dan ginjal kronis.

Peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) hanya perlu mengisi daftar pertanyaan tentang riwayat kesehatan diri sendiri, keluarga dan pola konsumsi makanan.

Adapun layanan ini dapat dimanfaatkan oleh peserta JKN yang telah menginjak usia 15 tahun ke atas.

Skrining Riwayat Kesehatan dapat dilakukan secara mandiri setiap satu tahun sekali melalui Aplikasi Mobile JKN, Website BPJS Kesehatan, Chat Assistant BPJS Kesehatan (CHIKA), maupun Aplikasi Pcare saat memperoleh pelayanan kesehatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

“Fakta menarik, pada tahun 2022 saja dari 15,5 juta peserta JKN yang melakukan Skrining Riwayat Kesehatan, sebanyak 1,51 juta peserta berpotensi risiko hipertensi, 637.000 peserta berpotensi jantung koroner, sedangkan 257.000 peserta berisiko diabetes melitus, dan 243.000 peserta berisiko gagal ginjal kronik,” ucap dr. Fitria dalam keterangan kepada media,Senin (18/03/2024).

Dokter Fitria menambahkan pada tahun 2023, BPJS Kesehatan mampu menjaring 39,2 juta peserta untuk melaksanakan Skrining Riwayat Kesehatan.

Lebih lanjut, ia menjelaskan peserta yang telah melakukan Skrining Riwayat Kesehatan dengan hasil berisiko sedang dan tinggi akan mendapatkan WhatsApp blast dari BPJS Kesehatan.

Hal ini merupakan pengingat bagi peserta yang telah melakukan Skrining Riwayat Kesehatan untuk menindaklanjuti hasil skrining ke FKTP dan memperoleh pelayanan kesehatan lebih lanjut.

Sementara itu, peserta berisiko rendah dapat tetap menjaga pola hidup sehat, olahraga rutin minimal 30 menit sehari dan jika diperlukan dapat berkonsultasi kesehatan dengan dokter FKTP melalui telekonsultasi pada Aplikasi Mobile JKN atau kunjungan langsung ke FKTP jika diperlukan.

Pihaknya berharap program Skrining Riwayat Kesehatan ini dapat membantu memetakan penyakit.
Serta membantu menetapkan tata laksana yang tepat bagi peserta.

Hal ini selaras dengan peran FKTP sebagai gatekeeper khususnya care coordinator sebagai upaya peningkatan mutu layanan kesehatan.

“Dalam Program JKN, FKTP merupakan pilihan utama peserta untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan, sehingga terkait prinsip kontinuitas diharapkan FKTP mampu mengelola status kesehatan peserta, agar terpelihara optimal dan berkelanjutan. Salah satunya melalui pelaksanaan Skrining Riwayat Kesehatan secara rutin setiap tahunnya,” jelas dr. Fitria.(red)

Tags: Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) KesehatanBPJS Kesehatan Cabang SemarangDalam Program JKNmemperkuat upaya promotifmenjaring lebih dini pesertapreventif melalui layanan Skrining Riwayat Kesehatanyang memiliki risiko penyakit kronis
Zulham

Zulham

Stay Connected test

  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Thumbnail Berita 2

Menag Kecam Penembakan di New Zealand: Tak Berperikemanusiaan!

0
Thumbnail Berita 4

2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

0
Thumbnail Berita 5

14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

0
Polres Samosir Lakukan Pengecekan dan Gladi Sispamkota Menghadapi Pemilu 2024 - Vandiko Gultom

Polres Samosir Lakukan Pengecekan dan Gladi Sispamkota Menghadapi Pemilu 2024

0

Waspada Super Flu, RSU Haji Siagakan Tim PIE

20 Januari 2026

Penandatanganan Komitmen Bersama Zona Integritas, Langkah Perwakilan BKKBN Sumut Menuju WBK

19 Januari 2026

Media Massa Penting di Tengah Ketidakpastian Informasi di Medsos

18 Januari 2026

Sumut Miliki Peluang Kembangkan Health Tourism, Butuh Keberanian Rumah Sakit

17 Januari 2026

Recent News

Waspada Super Flu, RSU Haji Siagakan Tim PIE

20 Januari 2026

Penandatanganan Komitmen Bersama Zona Integritas, Langkah Perwakilan BKKBN Sumut Menuju WBK

19 Januari 2026

Media Massa Penting di Tengah Ketidakpastian Informasi di Medsos

18 Januari 2026

Sumut Miliki Peluang Kembangkan Health Tourism, Butuh Keberanian Rumah Sakit

17 Januari 2026
MetroJurnal.Com

© 2026 METROJURNAL.COM

Navigate Site

  • Indeks
  • Kode Etik
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result

© 2026 METROJURNAL.COM

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In