Categories: POLITIK

Berkas Saipullah dan Atika Tidak Penuhi Syarat, Fuad : KPU Madina Harus Laksanakan Rekomendasi Bawaslu

MEDAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Madina seharusnya segera melaksanakan rekomendasi Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) dan menyatakan paslon Bupati dan Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Saipullah Nasution – Atika Azmi Utami belum memenuhi syarat.

“KPU sudah semestinya melaksanakan putusan Bawaslu itu. Jangan dianggap hal tersebut sebagai manuver politik. Justru kalau rekomendasi itu tidak dieksekusi, KPU Madina terlihat bermanuver politik,” kata Wakil Direktur Pusat Kajian Parpol dan Pemilu Fisip USU, Fuad Ginting, Sabtu (23/11/2024).

Bawaslu Madina melalui Surat Nomor 098/PP.00.02/K.SU-11/11/2024 merekomendasikan kepada KPU Madina untuk menyatakan pasangan Saipullah Nasution dan Atika Azmi Utammi ‘Belum Memenuhi Syarat atau Tidak Memenuhi Syarat sebagai Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati pada Pilkada Madina Tahun 2024’.

Putusan Bawaslu Madina itu setelah menerima laporan terkait dugaan pelanggaran oleh KPU Madina yang menyatakan berkas dokumen Tanda Terima LHKPN Calon Bupati Mandailing Natal atas nama Saipullah Nasution memenuhi syarat pada tanggal 14 September Tahun 2024.

Bawaslu Madina memutuskan Ketua dan Anggota KPU Madina sebagai terlapor diduga melanggar administratif pemilihan.

“Secara administratif dan peraturan, KPU Madina harus mengikuti rekomendasi Bawaslu karena itu sifatnya mengikat. Terkait apapun dampak dari putusan itu adalah hal lain,” ucap Fuad Ginting.

Ia menegaskan, KPU harus mematuhi rekomendasi Bawaslu Madina yang menyatakan berkas paslon tersebut tidak memenuhi syarat. Karena Bawaslu merupakan partner KPU dalam tahapan pemilu, dan sifatnya mengawasi kinerja KPU.

“Kasus di Madina ini masuk dalam tahapan pemilu. Dan apapun rekomendasi Bawaslu terkait laporan yang diajukan pelapor harus segera dilaksanakan KPU agar tidak menyalahi kedepannya,” sambungnya.

Apalagi, kata Fuad, jadwal pencoblosan sudah dekat. Ia mengkuatirkan bila rekomensasi itu dilaksanakan, kedepannya akan menyebabkan tumpang tindih putusan.

“KPU sebenarnya tinggal ikuti saja. Kalaupun kedepan ada masalah, Bawaslu yang bertanggung jawab,” tegas Fuad. (Red)

Zulham

Recent Posts

BKKBN Sumut dan Pemkab Langkat Satukan Langkah Tingkatkan Kesehatan Ibu dan Anak

LANGKAT (METROJURNAL.COM) - Komitmen memperkuat kesehatan ibu dan anak terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor…

1 minggu ago

RS Pirngadi Jelaskan Penanganan Satpam Korban Penembakan

MEDAN (METROJURNAL.COM) - Direktur Utama RSUD Dr Pirngadi Medan, Mardohar Tambunan, memberikan penjelasan terkait penanganan…

1 minggu ago

RS Pirngadi Bantah Tolak Lakukan Visum, Sebut Pasien Sudah Diedukasi

MEDAN (METROJURNAL.COM) - Beredar video dugaan penolakan visum terhadap seorang pasien di RSUD Dr Pirngadi…

1 minggu ago

dr Galdy Wafie Pimpin IDI Medan Periode 2026-2029

MEDAN (METROJURNAL.COM) - Musyawarah Cabang (Muscab) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Medan menetapkan dr. Galdy…

2 minggu ago

Pisah Sambut Kaper BKKBN Sumut Hangat dan Penuh Haru

MEDAN (METROJURNAL.COM) - Tepuk tangan panjang disertai suasana haru menyelimuti Aula Utama Kantor Perwakilan BKKBN…

2 minggu ago

BKKBN Gelar Konsultasi Publik, Keterbukaan Informasi Salah Satu Strategi Meningkatkan Partisipasi Publik dalam Program Unggulan

MEDAN (METROJURNAL.COM) - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/Perewakilan BKKBN…

3 minggu ago